Pelajari cara setting Mikrotik dengan Winbox untuk hotspot dari nol. Tutorial langkah demi langkah mulai dari konfigurasi internet gateway, manajemen bandwidth, hingga pembuatan voucher user.
Apakah kamu sedang berencana membangun jaringan WiFi sistem voucher atau sekadar ingin mengamankan akses internet di kantor? Menggunakan Mikrotik adalah pilihan paling cerdas.
Sebagai seorang teknisi jaringan atau bahkan pemula yang memiliki IQ tinggi seperti kamu, memahami cara mengonfigurasi perangkat ini adalah aset berharga.
Router Mikrotik terkenal dengan fleksibilitasnya yang luar biasa, terutama jika dikonfigurasi menggunakan Winbox.
Banyak orang merasa terintimidasi oleh antarmuka Mikrotik yang terlihat rumit. Padahal, jika kamu mengetahui logika dasarnya, proses ini sebenarnya sangat sistematis dan logis.
Cara Setting Mikrotik dengan Winbox untuk Hotspot
Dalam panduan ini, kita tidak akan membahas teori yang membosankan. Kita akan langsung terjun ke langkah-langkah teknis cara setting Mikrotik dengan Winbox untuk hotspot, mulai dari router kosong hingga siap digunakan user untuk login.
Fokus utama tutorial ini adalah memastikan kamu berhasil membangun sistem hotspot yang stabil, aman, dan memiliki manajemen bandwidth yang rapi. Siapkan kopi kamu, buka laptop, dan mari kita mulai eksekusi teknisnya.
1. Persiapan Awal: Hardware dan Software
Sebelum menyentuh konfigurasi, pastikan kamu sudah memiliki topologi jaringan yang benar. Kesalahan paling umum yang sering terjadi adalah salah mencolokkan kabel.
- Sumber Internet (ISP): Hubungkan kabel internet dari modem ISP kamu ke Ether1 di Mikrotik.
- Jaringan Lokal (LAN/Laptop): Hubungkan kabel dari laptop atau komputer kamu ke Ether2 atau port lain selain Ether1 untuk proses konfigurasi awal.
- Aplikasi Winbox: Pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi Winbox terbaru dari situs resmi Mikrotik. Aplikasi ini adalah “nyawa” kita untuk mengontrol router secara visual.
Jika router kamu bekas pakai atau kamu ragu dengan settingan lamanya, sangat disarankan untuk melakukan Reset Configuration terlebih dahulu.
Caranya, masuk ke menu System > Reset Configuration, centang “No Default Configuration”, lalu klik Reset. Ini akan memberi kamu kanvas bersih untuk mulai berkarya.
2. Konfigurasi Internet Gateway (Basic Config)
Langkah pertama adalah memastikan router Mikrotik itu sendiri sudah memiliki akses internet. Mustahil membuat hotspot jika routernya saja “offline”.
Memberi Nama Interface
Agar tidak bingung di tengah jalan, biasakan memberi nama pada port yang digunakan.
- Buka menu Interfaces.
- Klik dua kali pada ether1, ganti namanya menjadi ether1-internet.
- Klik dua kali pada ether2, ganti namanya menjadi ether2-lan atau ether2-hotspot (tergantung di mana kamu akan memancarkan hotspotnya).
Request IP Address dari ISP
Kebanyakan ISP rumahan (seperti Indihome/Biznet) menggunakan DHCP. Jadi, router kamu harus meminta IP secara otomatis.
- Masuk ke menu IP > DHCP Client.
- Klik tanda tambah (+).
- Pilih Interface: ether1-internet.
- Pastikan opsi “Use Peer DNS” dan “Use Peer NTP” tercentang, serta “Add Default Route” terpilih Yes.
- Klik Apply dan OK.
- Tunggu hingga statusnya menjadi “Bound”. Jika sudah “Bound”, artinya Mikrotik kamu sudah mendapatkan IP dari modem.
Mengatur DNS Server
Meskipun DHCP Client seringkali sudah memberikan DNS, ada baiknya kamu memastikannya secara manual agar koneksi lebih responsif.
- Masuk ke menu IP > DNS.
- Di kolom Servers, kamu bisa masukkan DNS Google: 8.8.8 dan 8.8.4.4.
- Jangan lupa centang Allow Remote Requests. Ini krusial agar router bisa menjadi DNS forwarder bagi klien hotspot kamu nantinya.[6][5]
Mengaktifkan NAT (Network Address Translation)
Ini adalah langkah yang sering dilupakan pemula, yang menyebabkan router terkoneksi internet tapi klien (HP/Laptop) tidak bisa browsing. Kamu perlu “membungkus” IP lokal agar bisa dikenali di internet.
- Masuk ke menu IP > Firewall > tab NAT.
- Klik tambah (+).
- Pada tab General, set Chain: srcnat dan Interface: ether1-internet.
- Pindah ke tab Action, pilih Action: masquerade.
- Klik Apply dan OK. Sekarang, jalur internet dari ISP sudah resmi diteruskan ke dalam router kamu.
Coba lakukan ping dari terminal Winbox (New Terminal > ketik ping google.com). Jika ada balasan (reply), selamat! Router kamu sudah online.
3. Menyiapkan Interface Hotspot
Jika kamu menggunakan Mikrotik yang memiliki WiFi internal (seperti RB941 hAP Lite atau RB951), kamu perlu mengaktifkan interface wireless-nya.
Jika kamu menggunakan Access Point tambahan yang dicolok ke Ether2, kamu bisa melewati langkah setting wlan ini dan fokus pada Ether2.
Untuk pengguna WiFi Internal:
- Klik menu Wireless.
- Klik pada wlan1 (yang biasanya berwarna abu-abu/mati), lalu klik tanda centang (Enable) di atasnya.
- Klik dua kali wlan1 untuk masuk konfigurasi.
- Pilih tab Wireless.
- Ubah Mode menjadi ap bridge.
- Isi SSID dengan nama hotspot yang kamu inginkan, misalnya “WiFi-Gratis-Kamu”.
- Klik Apply dan OK.
Sekarang kita perlu memberi IP Address pada interface yang akan menjadi gerbang hotspot (bisa wlan1 atau ether2).
- Masuk ke IP > Addresses.
- Klik tambah (+).
- Masukkan IP, contoh: 168.50.1/24 (Gunakan segmen IP yang berbeda dari ether1).
- Pilih Interface: wlan1 (jika pakai wifi internal) atau ether2 (jika pakai AP eksternal).
- Klik OK.
4. Eksekusi Hotspot Setup Wizard
Inilah inti dari artikel ini. Mikrotik menyediakan fitur “Hotspot Setup” yang sangat cerdas.
Fitur ini akan otomatis membuatkan DHCP Server, IP Pool, dan aturan firewall yang rumit hanya dengan beberapa kali klik.
Jangan mencoba setting manual satu per satu jika kamu ingin cara cepat dan akurat.
- Masuk ke menu IP > Hotspot.
- Pastikan kamu berada di tab Servers.
- Klik tombol Hotspot Setup.
Jendela wizard akan muncul. Ikuti langkah ini dengan teliti:
- Hotspot Interface: Pilih interface tempat klien terkoneksi (misalnya wlan1 atau ether2). Klik Next.
- Local Address of Network: Biasanya otomatis terisi 168.50.1/24. Pastikan “Masquerade Network” tercentang. Klik Next.
- Address Pool of Network: Ini adalah rentang IP untuk klien. Biarkan default (misal .2 sampai .254). Klik Next.
- Select Certificate: Pilih none. Kita tidak menggunakan HTTPS untuk halaman login saat ini. Klik Next.
- IP Address of SMTP Server: Biarkan 0.0.0 (default). Klik Next.
- DNS Servers: Otomatis terisi IP DNS yang kita set tadi (8.8.8). Klik Next.
- DNS Name: INI PENTING. Isi dengan nama domain lokal untuk halaman login, misalnya wifi atau wifi.kamu. Jangan gunakan nama domain asli seperti google.com. Nama ini yang akan diketik user di browser jika halaman login tidak muncul otomatis. Klik Next.
- Local Hotspot User: Buat username admin pertama, misal user: admin, password: kosongkan saja dulu. Klik Next.
Selesai! Pesan “Setup has completed successfully” akan muncul. Pada titik ini, sistem hotspot kamu secara teknis sudah aktif. Siapapun yang connect ke WiFi tersebut akan dimintai login.
5. Manajemen User dan Limit Bandwidth
Hotspot tanpa limit bandwidth adalah resep bencana. Kamu tentu tidak ingin satu orang menghabiskan seluruh kecepatan internet hanya untuk download file besar, bukan? Di sinilah peran User Profiles.
Membuat Profil Limitasi (User Profile)
Kita akan membuat profil, misalnya untuk “Tamu” dengan kecepatan 1 Mbps.
- Masuk ke menu IP > Hotspot > tab User Profiles.
- Klik tambah (+).
- Name: Beri nama, misal Tamu-1Mbps.
- Shared Users: Isi 1 jika satu voucher hanya boleh dipakai 1 HP, atau lebih jika boleh barengan.
- Rate Limit (rx/tx): Ini kuncinya. Formatnya adalah Upload/Download. Masukkan misal 1M/1M (artinya upload 1Mbps, download 1Mbps). Atau 512k/2M.
- Klik Apply dan OK.
Membuat User (Voucher)
Setelah profil jadi, sekarang kamu bisa membuat akun untuk pengguna.
- Pindah ke tab Users di menu Hotspot tadi.
- Klik tambah (+).
- Server: Pilih all atau server hotspot yang baru kamu buat.
- Name: Isi username untuk login, misal tamu1.
- Password: Isi password, misal 123.
- Profile: Ubah dari default ke Tamu-1Mbps yang baru kamu buat.
- Klik OK.
Sekarang, jika user tamu1 login, kecepatannya akan otomatis terkunci di 1 Mbps sesuai profil yang kamu atur.
6. Pengujian dan Troubleshooting
Langkah terakhir adalah validasi. Ambil HP kamu, lalu koneksikan ke WiFi yang sudah disetting.
- Saat terhubung, biasanya HP akan otomatis memunculkan notifikasi “Sign in to network”.
- Jika tidak muncul, buka browser (Chrome/Safari) dan ketik alamat DNS Name yang kamu buat tadi (misal: kamu).
- Halaman login standar Mikrotik akan muncul. Masukkan username tamu1 dan password 123.
- Jika berhasil login, coba lakukan speedtest. Harusnya hasilnya mendekati angka limitasi yang kamu set di User Profile.
Tips Troubleshooting:
Jika halaman login tidak muncul, pastikan settingan DNS di HP klien sudah otomatis (DHCP). Seringkali, user menyetel DNS manual di HP mereka yang menyebabkan redirect ke halaman login gagal.
Solusi lain, coba ketikkan IP Gateway hotspot (misal 192.168.50.1) di browser untuk memanggil halaman login secara paksa.
Selain itu, pastikan fitur Cookie di tab Server Profiles > Login dimatikan jika kamu ingin user selalu memasukkan password setiap kali putus nyambung, atau aktifkan jika ingin fitur “ingat saya” berjalan.
Akhir Kata
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu telah berhasil mengubah router Mikrotik menjadi mesin pengelola hotspot yang handal.
Sistem ini tidak hanya aman karena memisahkan akses publik dari jaringan privat, tetapi juga adil dalam pembagian bandwidth.
Kamu bisa mengembangkan ini lebih jauh dengan mengintegrasikannya ke software billing radius seperti Usermanager atau Mikhmon untuk mencetak voucher secara massal.
Selamat mencoba, dan jadilah master jaringan di lingkunganmu
