Cara Memakai Peralatan Pramuka Penggalang SD, SMP, & SMA (Putra & Putri)

Bingung cara pasang atribut pramuka yang benar? Simak panduan lengkap cara memakai peralatan pramuka perempuan dan laki-laki dari topi, kacu, hingga tanda kecakapan di sini.

Apakah kamu sering merasa bingung saat harus memasang atribut Pramuka? Wajar saja, karena seragam Pramuka memiliki banyak sekali komponen kecil yang letaknya tidak boleh sembarangan.

Memakai seragam Pramuka bukan hanya soal kewajiban sekolah, tapi juga tentang kerapian, disiplin, dan rasa bangga terhadap organisasi kepanduan ini.

Kesalahan dalam memasang tanda lokasi atau tanda jabatan bisa membuat seragammu terlihat kurang rapi.

Di artikel ini, kita akan membedah tuntas cara memakai peralatan Pramuka untuk laki-laki dan perempuan, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, sesuai dengan Aturan Petunjuk Penyelenggaraan Seragam Pramuka terbaru.

Prinsip Dasar Seragam Pramuka

Sebelum masuk ke teknis pemasangan, kamu perlu tahu bahwa seragam Pramuka di Indonesia dibagi berdasarkan tingkatan usia: Siaga (7-10 tahun), Penggalang (11-15 tahun), Penegak (16-20 tahun), dan Pandega (21-25 tahun).

Panduan ini akan berfokus pada Pramuka Penggalang dan Penegak, yang merupakan tingkatan paling umum di jenjang SD akhir, SMP, dan SMA.

Warna dasar seragam adalah cokelat muda untuk baju dan cokelat tua untuk celana atau rok. Filosofi warna ini mengingatkan kita pada semangat perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia.

Cara Memakai Peralatan Pramuka Putra (Laki-Laki)

Bagi anggota putra, kerapian adalah kunci. Berikut adalah langkah-langkah detail memasang atribut pada seragammu.

1. Memasang Tutup Kepala (Baret)

Tutup kepala untuk Penggalang dan Penegak putra biasanya berupa baret berwarna cokelat tua.

  • Posisi: Pakai baret dengan posisi miring ke kanan. Pastikan bagian yang tinggi ada di sebelah kiri dan bagian yang miring ada di sebelah kanan.
  • Tanda Topi (Tatop): Pasang emblem atau Tanda Tutup Kepala di sisi kiri depan baret. Untuk Penggalang berwarna merah, dan Penegak berwarna kuning.

2. Mengenakan Setangan Leher (Kacu/Hasduk)

Ini adalah identitas utama Pramuka Indonesia (Merah Putih).

  • Lipatan: Lipat setangan leher memanjang dengan rapi selebar kira-kira 5-7 cm. Sisakan sedikit ujung segitiga di bagian bawah agar warna merah putih terlihat.
  • Pemakaian: Kalungkan di bawah kerah baju (kerah baju harus di luar hasduk).
  • Ring: Kunci pertemuan dua ujung hasduk menggunakan ring (cincin) setangan leher. Posisi ring harus pas di tengah dada, tidak terlalu mencekik dan tidak terlalu longgar.

3. Pemasangan Tanda di Baju Bagian Kanan

Sisi kanan baju kamu memiliki fungsi spesifik untuk identitas wilayah dan tugas.

  • Tanda Pandu Dunia (WOSM): Tanda berwarna ungu ini dijahit di kerah baju sebelah kanan. Jika bajumu tidak berkerah (model Siaga), pasang di dada kanan.
  • Papan Nama: Pasang papan nama tepat di atas saku kanan.
  • Tanda Lokasi (Pita Wilayah): Jahit pita bertuliskan nama Kwartir Cabang (Kabupaten/Kota) di lengan baju kanan paling atas.
  • Lencana Wilayah (Badge Daerah): Di bawah pita lokasi, pasang lencana daerah (provinsi) tempat kamu tinggal.

4. Pemasangan Tanda di Baju Bagian Kiri

Sisi kiri biasanya digunakan untuk identitas organisasi dan kecakapan umum.

  • Tanda Pelantikan: Tanda tunas kelapa berwarna cokelat tua dijahit di kerah baju sebelah kiri.
  • Tanda Regu: Untuk Penggalang, pasang tanda regu (gambar hewan/bunga) di lengan baju kiri paling atas.
  • Tanda Kecakapan Umum (TKU):
    • Penggalang: Tanda balok merah (Mayang) dipasang di lengan kiri, di bawah tanda regu.
    • Penegak: Tanda Bantara atau Laksana dipasang di lidah bahu (pundak) kiri dan kanan.
  1. Aksesoris Tambahan
  • Tanda Jabatan: Jika kamu adalah Pratama, Pemimpin Regu, atau Wakil, pasang tanda baris (strip) di saku kanan tepat di tengah saku.
  • Tanda Kecakapan Khusus (TKK): Tanda berbentuk segitiga, kotak, atau lingkaran ini dipasang melingkar di lengan kanan, di bawah lencana daerah. Jika sudah lebih dari 5 buah, selebihnya dipasang di tetampan (selendang khusus).

Cara Memakai Peralatan Pramuka Putri (Perempuan)

Seragam putri memiliki sedikit perbedaan pada tutup kepala dan kerah baju, namun prinsip pemasangan atributnya hampir sama.

1. Memasang Tutup Kepala (Topi Bonet/Boni)

Berbeda dengan putra, putri menggunakan topi bundar (boni) berbahan laken atau anyaman.

  • Posisi: Pakai topi dengan posisi tegak dan simetris, jangan miring.
  • Tanda Topi: Pasang di bagian depan topi. Warna latar belakang menyesuaikan tingkatan (Hijau untuk Siaga, Merah untuk Penggalang, Kuning untuk Penegak).

2. Mengenakan Setangan Leher

Aturannya sama persis dengan putra. Pastikan lipatan rapi dan warna merah putih terlihat jelas.

Perbedaan utamanya adalah hasduk putri seringkali terlihat lebih rapi karena kerah baju putri biasanya model shiller (rebah).

Pastikan hasduk berada di bawah kerah.

3. Pemasangan Tanda di Kerah Baju

Perhatikan perbedaan letak ini karena sering tertukar.

  • Tanda Pelantikan (Tunas Kelapa): Dijahit di kerah baju sebelah kiri.
  • Tanda Pandu Dunia (WOSM): Dijahit di kerah baju sebelah kanan.

4. Pemasangan Tanda di Lengan Kanan

  • Tanda Lokasi (Kwarcab): Jahit di lengan kanan paling atas.
  • Badge Daerah (Kwarda): Jahit di bawah tanda lokasi.
  • Tanda Kecakapan Khusus (TKK): Dijahit melingkari badge daerah di lengan kanan. Maksimal 5 buah, sisanya di tetampan.

5. Pemasangan Tanda di Lengan Kiri

  • Tanda Regu: Pasang di lengan kiri paling atas.
  • TKU (Tanda Kecakapan Umum):
    • Penggalang: Tanda Manggar (V) berwarna merah dipasang di bawah tanda regu.
    • Penegak: Tanda pundak Bantara/Laksana dipasang di lidah bahu.

Perlengkapan Tambahan: Ikat Pinggang, Kaos Kaki, dan Sepatu

Penampilanmu belum lengkap tanpa atribut pendukung ini. Aturan ini berlaku umum untuk putra dan putri (kecuali rok/celana).

  1. Ikat Pinggang (Setagen): Gunakan ikat pinggang resmi berlambang Gerakan Pramuka. Pastikan baju dimasukkan dengan rapi ke dalam celana atau rok (kecuali model baju Penggalang putri yang dikeluarkan, maka ikat pinggang tidak terlihat namun tetap wajib dipakai agar rok tidak melorot).
  2. Kaos Kaki: Wajib menggunakan kaos kaki berwarna hitam panjang (minimal sebetis). Logo tunas kelapa pada kaos kaki biasanya berada di sisi luar.
  3. Sepatu: Gunakan sepatu tertutup berwarna hitam dominan. Model low cut atau high cut diperbolehkan, asalkan bertali dan bersih.

Tips Merawat Atribut Pramuka Agar Awet

Setelah mengetahui cara memakainya, kamu juga harus tahu cara merawatnya agar atribut tidak cepat rusak atau kusam.

  • Jangan Sering Dicuci Mesin: Atribut bordir seperti TKK atau Badge Daerah sebaiknya tidak disikat terlalu keras atau dimasukkan ke mesin cuci karena benangnya bisa terurai.
  • Setrika dengan Suhu Sedang: Baju pramuka berbahan drill atau famatex cukup kuat, tapi hati-hati saat menyetrika bagian emblem bordir. Gunakan alas kain tipis di atas bordiran agar tidak gosong atau meleleh.
  • Simpan Baret dengan Benar: Jangan melipat baret sembarangan. Simpan di tempat yang kering agar tidak berjamur.

Kesimpulan

Memakai seragam Pramuka dengan benar bukan sekadar menaati peraturan sekolah. Itu adalah bentuk kedisiplinan diri dan penghormatan kamu terhadap organisasi kepanduan.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu tidak perlu ragu lagi saat bersiap untuk latihan rutin atau upacara.

Pastikan setiap badge dan tanda terpasang di posisi yang tepat. Ingat, kerapian seragammu mencerminkan kepribadianmu sebagai anggota Pramuka sejati.

Siap tampil rapi dan gagah di latihan berikutnya? Selamat mencoba!

Tinggalkan komentar