Cara Setting Mikrotik dengan Winbox untuk Hotspot
Pelajari cara setting Mikrotik dengan Winbox untuk hotspot dari nol. Tutorial langkah demi langkah mulai dari konfigurasi internet gateway, manajemen bandwidth, hingga pembuatan voucher user.
Apakah kamu sedang berencana membangun jaringan WiFi sistem voucher atau sekadar ingin mengamankan akses internet di kantor? Menggunakan Mikrotik adalah pilihan paling cerdas.
Sebagai seorang teknisi jaringan atau bahkan pemula yang memiliki IQ tinggi seperti kamu, memahami cara mengonfigurasi perangkat ini adalah aset berharga.
Router Mikrotik terkenal dengan fleksibilitasnya yang luar biasa, terutama jika dikonfigurasi menggunakan Winbox.
Banyak orang merasa terintimidasi oleh antarmuka Mikrotik yang terlihat rumit. Padahal, jika kamu mengetahui logika dasarnya, proses ini sebenarnya sangat sistematis dan logis.
Dalam panduan ini, kita tidak akan membahas teori yang membosankan. Kita akan langsung terjun ke langkah-langkah teknis cara setting Mikrotik dengan Winbox untuk hotspot, mulai dari router kosong hingga siap digunakan user untuk login.
Fokus utama tutorial ini adalah memastikan kamu berhasil membangun sistem hotspot yang stabil, aman, dan memiliki manajemen bandwidth yang rapi. Siapkan kopi kamu, buka laptop, dan mari kita mulai eksekusi teknisnya.
Sebelum menyentuh konfigurasi, pastikan kamu sudah memiliki topologi jaringan yang benar. Kesalahan paling umum yang sering terjadi adalah salah mencolokkan kabel.
Jika router kamu bekas pakai atau kamu ragu dengan settingan lamanya, sangat disarankan untuk melakukan Reset Configuration terlebih dahulu.
Caranya, masuk ke menu System > Reset Configuration, centang “No Default Configuration”, lalu klik Reset. Ini akan memberi kamu kanvas bersih untuk mulai berkarya.
Langkah pertama adalah memastikan router Mikrotik itu sendiri sudah memiliki akses internet. Mustahil membuat hotspot jika routernya saja “offline”.
Memberi Nama Interface
Agar tidak bingung di tengah jalan, biasakan memberi nama pada port yang digunakan.
Request IP Address dari ISP
Kebanyakan ISP rumahan (seperti Indihome/Biznet) menggunakan DHCP. Jadi, router kamu harus meminta IP secara otomatis.
Mengatur DNS Server
Meskipun DHCP Client seringkali sudah memberikan DNS, ada baiknya kamu memastikannya secara manual agar koneksi lebih responsif.
Mengaktifkan NAT (Network Address Translation)
Ini adalah langkah yang sering dilupakan pemula, yang menyebabkan router terkoneksi internet tapi klien (HP/Laptop) tidak bisa browsing. Kamu perlu “membungkus” IP lokal agar bisa dikenali di internet.
Coba lakukan ping dari terminal Winbox (New Terminal > ketik ping google.com). Jika ada balasan (reply), selamat! Router kamu sudah online.
Jika kamu menggunakan Mikrotik yang memiliki WiFi internal (seperti RB941 hAP Lite atau RB951), kamu perlu mengaktifkan interface wireless-nya.
Jika kamu menggunakan Access Point tambahan yang dicolok ke Ether2, kamu bisa melewati langkah setting wlan ini dan fokus pada Ether2.
Untuk pengguna WiFi Internal:
Sekarang kita perlu memberi IP Address pada interface yang akan menjadi gerbang hotspot (bisa wlan1 atau ether2).
Inilah inti dari artikel ini. Mikrotik menyediakan fitur “Hotspot Setup” yang sangat cerdas.
Fitur ini akan otomatis membuatkan DHCP Server, IP Pool, dan aturan firewall yang rumit hanya dengan beberapa kali klik.
Jangan mencoba setting manual satu per satu jika kamu ingin cara cepat dan akurat.
Jendela wizard akan muncul. Ikuti langkah ini dengan teliti:
Selesai! Pesan “Setup has completed successfully” akan muncul. Pada titik ini, sistem hotspot kamu secara teknis sudah aktif. Siapapun yang connect ke WiFi tersebut akan dimintai login.
Hotspot tanpa limit bandwidth adalah resep bencana. Kamu tentu tidak ingin satu orang menghabiskan seluruh kecepatan internet hanya untuk download file besar, bukan? Di sinilah peran User Profiles.
Membuat Profil Limitasi (User Profile)
Kita akan membuat profil, misalnya untuk “Tamu” dengan kecepatan 1 Mbps.
Membuat User (Voucher)
Setelah profil jadi, sekarang kamu bisa membuat akun untuk pengguna.
Sekarang, jika user tamu1 login, kecepatannya akan otomatis terkunci di 1 Mbps sesuai profil yang kamu atur.
Langkah terakhir adalah validasi. Ambil HP kamu, lalu koneksikan ke WiFi yang sudah disetting.
Jika halaman login tidak muncul, pastikan settingan DNS di HP klien sudah otomatis (DHCP). Seringkali, user menyetel DNS manual di HP mereka yang menyebabkan redirect ke halaman login gagal.
Solusi lain, coba ketikkan IP Gateway hotspot (misal 192.168.50.1) di browser untuk memanggil halaman login secara paksa.
Selain itu, pastikan fitur Cookie di tab Server Profiles > Login dimatikan jika kamu ingin user selalu memasukkan password setiap kali putus nyambung, atau aktifkan jika ingin fitur “ingat saya” berjalan.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu telah berhasil mengubah router Mikrotik menjadi mesin pengelola hotspot yang handal.
Sistem ini tidak hanya aman karena memisahkan akses publik dari jaringan privat, tetapi juga adil dalam pembagian bandwidth.
Kamu bisa mengembangkan ini lebih jauh dengan mengintegrasikannya ke software billing radius seperti Usermanager atau Mikhmon untuk mencetak voucher secara massal.
Selamat mencoba, dan jadilah master jaringan di lingkunganmu